Perasaan kita, Hati orang - I
Kita sering memikirkan perasaan kita saja, selalu ingin memenangkan perasaan kita kalau sering tersentuh, kita sering katakan perasaan kita tak dipedulikan, tak dihormati, kita selalu menginginkan orang lain menghormati perasaan kita, Dan selalu kita katakan orang disekeliling kita termasuk orang orang yang tersayang tak pernah mahu mengerti dan mempedulikan perasaan kita.
Itu Perasaan kita.......
Namun sehingga kesaat itu pernahkah kita mempedulikan hati orang lain, bila kita memikirkan persaaan kita, Dikala kita ingin menenangkan perasaan kita tahukah kita ada hati yang mungkin tak tenang, Disaat kita katakan perasaan kita tak dipedulikan apakah kita perasan ada hati telah dilukakkan, Diketika kita mahu orang orang yang kita sayangi memengertikan dan mempedulikan perasaan kita, adakah kita rasai betapa tersentuhnya hati mereka, tahukah kita, kerana kita ada perasaan yang mungkin terguris kerana kita, perasaan yang tak pernah kita pandang dan ambil tahu langsung, yang selalu dan sering kita katakan adalah perasaan kita.....
Hati orang macam maner???
Sebagai renungan cuba kita hayati coretan ini.....
Kisah pertama:-
Katakanlah kita dah mempunyai seorang yang tersayang, kita telah pun dipunyai... so kita sering mahukan orang yang tersayang akan menjaga dan menyayangi kita, kita sering mengharapkan keikhlasannya seratus peratus terhadap diri kita, lebih lebih lagi kita mengharapkan sebuah kejujuran darinya. Yang terpenting kita tak mahu ada orang ketiga dalam perhubungan ini, kita akan mengharapkan sepenuh perhatian dari dirinya.
Tetiba satu hari kita jumpa seseorang yang kita senangi yang kita sukai lantas kita keluar dengan dia (date lah katakan), pernahkah kita terfikir akan perasaan dan hati orang yang kita sayangi tu, atau kita akan katakan itu sekadar suka suka atau sekadar berkawan saja yang penting hati kita hanya diri kita yang tahu... jujurkah kita pada perasaan kita sendiri.... tu kan zalim namanya terutama pada orang yang menyayangi kita, apa yang kita inginkan hanya kepuasan sebenarnya, kita akan rase senang disayangi, dipuja dan dinantikan.... sebenarnya adilkah kita dalam situasi ini, bagaimana kalau orang yang benar benar kita sayangi, kita kasihi, bertindak tidak sejujurnya...marahkah kita??? cemburukah kita..?? mampukah kita memaafkannya, jika hakikat ini terjadi sebaliknya, Dapatkah kita memaafkannya jika dia bertindak jujur memberitahu kita, Rasa rasanya kita tak kan mampu memaafkan dia. Begitu jugalah dia.
Jika itulah yang terjadi apakah kita tidak dikatakan terlalu zalim, terutama pada pasangan kita sekurang kurangnya pada perasaan kita sendiri, jujurkah kita pada hati sendiri? atau kita hanya memikirkan perasaan kita, sebenarnya....
Dalam menjaga hati dan perasaan selalunya kita tewas dalam menangani perasaan kita, terutama perasaan cemburu yang kadangkala kita akan bertindak diluar dugaan....
Mampukah kita membelai perasaan kita untuk menjaga hati orang??
Fikir fikirkanlah....
Yang selalu ambik kisah soal hati dan perasaan terutamanya.
ShAh, 22062012, 2030mlm.